12 Mei 2008

Buku Saku Haji dan Umrah


Sebuah buku yang ringan, namun sangat berbobot--berbeda dari buku-buku tentang Haji dan Umrah lainnya, di dalam buku ini Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs memaparkan tentang aspek spiritual dalam ibadah Haji dan Umrah yang kita lakukan, sehingga walaupun Anda sudah memiliki buku-buku tentang Haji dan Umrah, tetap saja buku ini akan menambah nilai dalam ibadah Haji dan Umrah Anda, insya Allah.


Deskripsi Buku:
Judul Asli: Chapter on Hajj and Umrah, The Naqshbandi Sufi Traditions: Guidebook of Daily Practices and Devotions, oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs (ISCA, 2004)
Dimensi: 14x10cm (buku saku), tebal 136 hal
Harga: Rp. 15.000
Penerbit: Yayasan Haqqani Indonesia
Sampul: Soft cover
Katalog: BK116


Allah SWT berfirman:

Dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umrah karena Allah SWT. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan Umrah sebelum Haji (di dalam bulan Haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa Haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertakwalah kepada Allah SWT dan ketahuilah bahwa Allah SWT sangat keras siksaan-Nya. (Musim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh rafats (mengeluarkan perkataan yang dapat menimbulkan birahi yang tidak senonoh atau bersetubuh), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan Haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah SWT mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.
Al-Qur’an [2: 196 –197]

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut Nama Allah SWT pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang yang sengsara lagi fakir.
Al-Qur’an [22:27-38]


Kata Pengantar dari Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs

Tulisan ini berisi sebuah ringkasan tata cara ibadah Haji/Umrah. Tujuannya bukan untuk menjelaskan secara rinci setiap bagian dari ibadah Haji/Umrah, namun untuk menjelaskan aspek spiritual dari niat dan bacaan-bacan di berbagai titik dalam ibadah ini. Untuk mempelajari ibadah Haji secara benar, penting bagi Anda untuk mengikuti instruksi dan rincian yang disarankan oleh pembimbing Haji Anda.


Daftar Isi:

Kewajiban-Kewajiban Haji menurut Keempat Mazhab
Pembatasan dalam Ihram
Ringkasan Langkah-Langkah Haji
Ringkasan Langkah-Langkah Umrah
Rincian Langkah-Langkah Haji dan Umrah
Ihram
Thawaf Al-Qudum
Sa’i
Berdiri di `Arafah
Melempar Jamrah

Tinggal di Mina
Zamzam
Makna Hajar Aswad
Makna Sa’i

Tempat-Tempat Kunjungan Suci di Mekkah

Mengunjungi Madinah Al-Munawwarah
Makna dari Masjid Nabawi dan Makam Nabi SAW

Adab di dalam Rawdhah

Memberi Salam pada Nabi SAW

Tempat-Tempat Suci dalam Kunjungan di Madinah

Tidak ada komentar: